Gus Sholah: Ma’had ‘Aly Penerus Tradisi Akademik Pesantren

Senin (30/5/2016) telah diselenggarakan wisuda mahasantri ke-3 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng tahun akademik 2015-2016, besamaan dengan launching dan penyerahan SK penetapan izin pendirian Ma’had Aly oleh Menteri Agama Republik Indonesia kepada 13 Ma’had Aly yang telah lolos verikasi, validasi, dan visitasi.

Dalam kesempatan tersebut, Dr. (Hc), Ir. KH. Salahuddin Wahid selaku pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng menyampaikan sambutan. Gus Sholah, sapaan akrab beliau, menganggap perlu memperhatikan adanya dua fenomena yang bertentangan atau bertolak belakang terkait dengan kehidupan di pesantren. Di satu sisi, pesantren selama ini kurang dianggap oleh masyarakat luas maupun pemerintah, sisi yang lain sejak era reformasi pesantren mendapat perhatian cukup besar dari masyarakat maupun pemerintah. Apalagi semenjak KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) selaku tokoh pesantren menjadi presiden, minat anak muda untuk masuk pesantren semakin melonjak.

Beliau juga menceritakan bahwa pada tahun 2001, telah didirikan Direktorat PK Pontren yang sekarang menjadi PD Pontren (Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren), itu di satu pihak. Di pihak lain kita bisa melihat bahwa telah terjadi proses menurunnya jumlah dan mutu ulama yang dihasilkan oleh pondok pesantren.

Pihak Kementrian Agama menyadari hal itu. Kemudian muncul gagasan untuk mendorong pendirian lembaga pendidikan Ma’had Aly. Gus Sholah menceritakan bahwa pendirian Ma’had Aly Hasyim Asy’ari adalah atas saran Menteri Agama Maftuh Basyuni, walaupun belum ada kejelasan status dan ketegasan peraturan yang ditetapkan oleh Kementerian Agama saat itu. Ketidak jelasan itu berlanjut hingga Pak Maftuh selesai menjalani masa tugas, bahkan hingga Menteri Agama Suryadharma Ali. “Alhamdulillah sekarang telah selesai,” ujar beliau disambut tepuk tangan hadirin.

Gus Sholah menyampaikan rasa syukur atas pengukuhan 13 Ma’had Aly melalui Peraturan Menteri Agama (Permenag). Beliau berharap di masa yang datang Ma’had Aly akan terus berkembang dan bertambah. “Rasa syukur itu harus kita wujudkan dalam bentuk meneruskan kerjasama antar Ma’had Aly yang selama ini bertahun-tahun telah kita lakukan dalam forum bersama membahas masa depan Ma’had Aly sampai keluarnya pengukuhan dari Menteri Agama,” tutur beliau.

Menurut beliau Ma’had Aly adalah penerus tradisi akademik pesantren. Kebanyakan orang melihat pesantren, lanjut beliau, lebih memperhatikan tradisi mengajinya, jarang yang memperhatikan sisi akademiknya. Tradisi pesantren meliputri tradisi mengaji yang bertumpu pada hafalan, sedangkan tradisi akademiknya meliputi tradisi muthola’ah dan bahtsul masail. Bahkan, Ma’had Aly nantinya akan memperbaiki sistem akademik pesantren yang masih belum terstruktur.

Pada akhir sambutan, beliau mengucapkan terima kasih kepada Menteri  Agama beserta jajarannya yang telah berhasil membawa Ma’had Aly dalam struktur pendidikan formal berbasis pesantren yang telah diakui negara. “Mudah-mudahan ini bisa betul-betul berhasil dan bermanfaat bagi kita semua,” kata beliau sebelum mengakhiri sambutan.  (Aulia/Abror)

No Comments Yet.

Leave a comment