Halalbihalal MAHA:KH. A. Roziqi Paparkan 3 Pesan
Halalbihalal MAHA:KH. A. Roziqi Paparkan 3 Pesan
Rabu (01/04/2026), Mudir Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari (MAHA), KH. Achmad Roziqi, Lc., M.H.I. sampaikan beberapa pesan dalam acara Halalbihalal di lobi lantai 1 MAHA. Dengan dihadiri langsung oleh pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH. Abdul Hakim Mahfudz, KH. Achmad Roziqi sampaikan pesan tentang peran mahasantri bernasyrul ‘Ilmi’ di bulan Ramadan, harapan mengikuti jejak positif mahasantri sebelumnya, dan turunnya jumlah pendaftar MAHA.
Poin pertama yang dipaparkan oleh mudir MAHA. Beliau mengapresiasi kepada para mahasantri yang aktif bernasyrul ilmi dalam melakukan syiar Ketika bulan ramadan. Mulai dari berdakwah di Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ) Tebuireng, tepatnya untuk Unit SMP Al-Furqon MQ oleh mahasantri M2. Di Nganjuk sudah tahun kedua kalinya permintaan delegasi dari Pengururs Wilayah Nahdlatul Ulama’ (PWNU) Jawa Timur. Selain itu, Ramadhan kali ini MAHA juga mengirimkan beberapa mahasantri MAHA dalam rangka berdakwah di Bareng.
Lebih lanjut, beberapa Mahasantri MAHA juga diutus menuju Wonosalam Jombang. Dengan kolaborasi antara MAHA dan Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) Jombang. Hal tersebut merupakan bentuk kewajiban Syiar sebagai mahasantri terhadap umat, beliau mengutip dalam kitab Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari dalam kitab Adabul Alim wal mutaalim.
قال :”قد قلت لكم إني باسم المدير، أقول لكم شكرا كثيرا على بذل جهدكم فى نشر العلم و نشر شعار معهدنا تبوئرنج ونشر معهدنا معهد هاشم أشعاري العالي في شهر رمضان، شعارنا وهذا هو وظيفتنا وهذا هو وجيبتنا أمام الأمة. كما قال حضرة الشيخ في أدب العالم والمتعلم: وغاية العلم العمل به”، انتهى
Beliau juga memaparkan bahwa setiap semester punya kegiatan nasyrul ilmi masing-masing. “Syiar pada bulan Ramadan akan terus berlanjut pada semester 4. Adapun Para mahasantri semester 2 juga ikut serta bernasyrul ilmi dengan bentuk marhalah Tafaqquh fi Din dalam pengajian kitab Shohih Bukhari di masjid pondok pesantren Tebuireng. Begitupun marhalah Tsaniyah (M2)”, papar beliau.
Poin kedua, beliau berharap untuk para mahasantri lain agar bisa mengikuti jejak positif yang telah digoreskan para mahasantri sebelumnya dengan mengambil sesuatu yang baik dan tidak meniru yang buruk. Beliau mengutip syair qosidah karya Ibnu ‘Alawai Al haddad.
قال: “وثانيا، نرجو منكم أن تستقيم على قيام زملاء و زميلكم بما بعد الإعتذار وهو الإصلاح والعمل الأفضل. فقد قمنا في هذه السنة التفتيش الدقيق خاصة للفصل الثامن. لذالك هناك الطلاب ممنوع للمناقشة الأخيرة. خذ ما صفى من أسلافكم ودع ما كدر من أسلافكم فغفر الله ولنا ولكم”، انتهى
Poin ketiga, beliau juga memaparkan tentang adanya jumlah pendaftar Seleksi Penerimaan Mahasantri Baru (SPMB) MAHA kali ini lebih sedikit dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
قال: “وثالثا، أمامنا هي س ف م ب، فمنذ الافتتاح حَتَّى هذا يوم يعني حوالي شهر والزيادة. قد وجد ثلاث وثلاثون وهذا عدد قليل فأنبؤكم على هذا التنبيه. ولذالك فعلينا الواجبات وهو نشر شعار معهدنا معهد هاشم أشعاري العالي”، انتهى
“Jadi, saya sampaikan bahwa capaian SPMB sudah terhitung 1 bulan lebih yang akan berakhir nanti di bulan mei. Kita baru dapat 33 pendaftar M1. Ini merupakan capaian terendah dibanding tahun-tahun yang lalu, kontradiksi yang cukup perlu di analisis,” imbuh Mudir.
Mudir MAHA juga mengingatkan tentang pentingnya peran mahasantri, khususnya yang telah menjadi pembina supaya bisa dikenal sebagai duta MAHA yang bisa menarik minat adik-adik santri untuk melanjutkan ke MAHA.
“Sehingga kita berdiskusi dengan para pimpinan, diantara PR kita adalah bagaimana para mahasantri yang sedang menjalani khidmah sebagai pembina bisa menampilkan sosok yang menjadi idola? Bagaimana sebelum SPMB dibuka, anda bisa menjadi duta MAHA yang menarik mereka? Perlu kita fikirkan bersama khususnya dengan para masyayikh. Karena tidak seimbang, prestasi naik sedangkan daya tarik masuk MAHA khususnya internal pesantren Tebuireng itu belum besar,” jelas Mudir MAHA.
Tak berhenti, beliau sangat optimis dan yakin jumlah pendaftar MAHA akan lebih banyak sehingga bisa mencetak kader-kader ulama dari MAHA. “Tapi saya masih optimis hingga Mei nanti, mudah-mudahan pendaftarnya lebih banyak lagi. Sehingga, kita bisa melakukan seleksi yang lebih ketat lagi dan mendapatkan calon-calon ulama kredibel sejak masuk MAHA,” tutur Mudir MAHA.
Editior: Adelina Aizza
