Kajian Hadis Gelar Bedah Tesis, Mudir Dorong Tradisi Ilmiah Hadis
Kajian Hadis Gelar Bedah Tesis, Mudir Dorong Tradisi Ilmiah Hadis
Kajian Hadis Ma’had Aly Hasyim As’ari (MAHA) sukses menyelenggarakan kegiatan bedah tesis pada Senin, (02/02/2026) di Aula Lt. 2 MAHA. Adapun salah satu tujuan kegiatan ini adalah memberikan gambaran nyata tentang penerapan kajian hadis dalam penelitian akademik melalui pemaparan dan diskusi tesis.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dan satu panelis yang seluruhnya merupakan alumni M1 MAHA. Narasumber pertama, Achmad Shiddiqur Rozaq, S. Ag., memaparkan tesis berjudul “Pemahaman Hadis Indikator Moderasi Beragama dan Kementerian Agama Repubik Indonesia Perspektif Teori Maqasid Abdullah bin Bayyah”. Narasumber kedua, Ma’sum Ahlul Choir, S. Ag., memaparkan tesis berjudul “Metodologi Imam Empat Mazhab dalam Penggunaan Hadis Dhaif Sebagai Landasan dalam Pembentukan Hukum Fiqh: Kajian Kritik Metodologi”. Adapun panelis dalam kegiatan ini adalah H. M. Syahrul Ramadhan, S.H., M.Ag.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Mudir MAHA, Dr. K.H. Achmad Roziqi, Lc, M.HI., penanggung jawab Kajian Hadis, Vikky Junianto, S.Ag., serta diikuti oleh 39 peserta.
Dalam sambutannya, mudir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan pentingnya forum akademik di lingkungan kampus untuk terus menghidupkan khazanah keilmuan. “Saya mendorong adanya kegiatan seperti ini untuk kembali menghidupkan turats dan menghidupkan pemahaman fiqhul hadis di kampus kita, maka perbanyaklah forum semacam ini karena MAHA yang berada dibawah naungan Tebuireng harus mewarisi keilmuan mu’assis kita dalam bidang Hadis wa ‘Ulumuh,” ungkapnya.
Acara inti diawali dengan pemaparan substansi tesis oleh kedua narasumber secara bergantian. Selain memaparkan isi tesis, kedua narasumber juga menyampaikan penjelasan mengenai teknik penulisan dan metode penelitian dalam karya ilmiah. Narasumber juga menyampaikan pesan kepada peserta, khususnya untuk kajian hadis sendiri.
“Meneliti itu ibarat merakit puzzle-puzzle yang berceceran, satu puzzle salah posisi, strukturnya akan pincang. Bahkan, jika dianalogikan sebagai bangunan, pasti akan roboh. Letakkan puzzle itu pada tempatnya, kuatkan bangunan itu pondasinya. Maka bangunan itu akan terlihat elok nan gagah. kajian hadis merupakan salah satu komunitas yang memfasilitasi para calon peneliti dalam mempelajari struktur bangunan penelitian, di sana juga kita diajarkan memposisikan puzzle-puzzle data pada kerangkanya. Kembangkan, lestarikan, lanjutkan,” tutur Achmad Shiddiqur Rozaq, S. Ag.
Melengkapi hal tersebut Ma’sum Ahlul Choir, S.Ag., juga menyampaikan harapan agar kedepannya kajian-kajian yang diangkat semakin difokuskan pada pembahasan yang benar-benar mendalam di ranah fiqhul hadis, seperti yang disampaikan oleh mudir, agar semakin selaras dengan takhasus dan ciri khas keilmuan MAHA. Kegiatan ini berlangsung dengan khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diakhiri dengan foto bersama.



Kontributor: Dzaniar Ifda Farhatus. S. (Anggota Kajian Hadis MAHA)
Editor: Irma Khumairoh Nurdin
