Kembali Gelar Munaqosyah Bakalurius ke IV, Ini Kunci Sukses Peserta Munaqosyah
Kembali Gelar Munaqosyah Bakalurius ke IV, Ini Kunci Sukses Peserta Munaqosyah
Ma’had ‘Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng Jombang kembali menggelar Munaqosyah Risalah Bakalurius Marhalah Ula (M1). Munaqosyah yang berlangsung di Ruang Bimbingan MAHA, Ahad (26/04/2026), ini menjadi Munaqosyah gelombang IV lanjutan dari Munaqosyah Risalah Bakalurius sebelumnya.
Sebanyak 14 mahasantri semester 8 menjalani Munaqosyah di hadapan 10 mumtahin (penguji) dari internal MAHA. Diikuti oleh 13 mahasantri dan 1 mahasantriwati, terbagi 2 majlis yang sama-sama dimulai dari pagi pukul 08.00 WIB hingga 16.30 WIB.
kisah menarik datang dari peserta Munaqosyah gelombang IV, Achmad Syifa’ Qolby. Syifa’ menjelaskan bahwa dia mengerjakan skripsi ini dimulai dari mengajukan proposal judul pada bulan Agustus 2025 dan puncaknya adalah Munaqosyah yang digelar pada bulan April 2026.
Rois Marhalah Tsaniyah (M2), Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah dan ustad Abdillah Afabih sebagai mumtahin (penguji) Achmad syifa sendiri. Syifa’ memberi kesan selama berhadapan oleh para penguji bahwa Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah dengan kedalaman ilmu beliau dalam pemahaman ilmu hadis dan juga pembendaharaan hadisnya dapat memberikan pertimbangan dan masukan terhadap skripsi dirinya. Ustad Abdillah Afabih turut memberikan masukan ke arah sistematika penelitian penulis dan juga rekomendasi analisis agar lebih tajam.
Perubahan metode penelitian yang awalnya living hadith menjadi kajian tematik menjadi kendala oleh peserta sidang, Achmad syifa’. Menurut perspektif Syifa’, jika kita sudah yakin dan mendalam untuk membahas tema skripsi lalu percaya diri dengan tema yang akan dibahas maka tidak perlu takut dengan pertanyaan yang akan diajukan, “Karena memang namanya ujian selalu ada cercaan pertanyaan yang diajukan”, ucapnya.
Achmad Syifa’ juga memberikan sedikit pesan tentang taktik mengerjakan skripsi yaitu dengan tidak menunda-nunda pengerjaan, mulai dari pengajuan judul atau proposal sampai bimbingan dan skripsi. “Sejak awal kita sudah punya outline atau maping project agar tidak terburu-buru karena deadline, sehingga menyusahkan diri sendiri”, ujarnya.
Kontributor: Ridwan Shobri
Editor: Adelina Aizza


