Kuliah Umum Bersama Dirjen Pendis Kemenag RI

Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang menyelenggarakan  kuliah umum (Stadium General) bersama Prof. Dr. H. Ali Ramadhani, Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Islam Republik Indonesia sekaligus pelantikan pengurus SEMA (Senat Mahasantri) dan DEMA (Dewan Eksekutif  Mahasantri). Acara ini berlangsung di Gedung Yusuf  Hasyim, Sabtu (19/6/2021).

Pelantikan Mahasantri yang terpilih  dalam organisasi SEMA dan DEMA masa bakti 2021-2022 dilantik langsung oleh KH. Ahmad Syakir Ridwan Lc. M. HI selaku Wakil Mudir Bidang Akademik serta sumpah jabatan para pengurus SEMA dan DEMA. Seusai pelantikan, dilanjutkan dengan kuliah umum (Stadium General) yang bertema “Peluang dan Tantangan Pendidikan Islam di Era Disrupsi”.

Acara ini merupakan acara rutin yang diselenggarakan setiap tahunnya dengan menghadirkan narasumber di luar Tebuireng. Tujuan di gelarnya acara tersebut untuk memberikan motivasi kepada seluruh mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari terutama mahasanti baru, mampu menghadapi tantangan pendidikan Islam di era disrupsi. “Selain menguasai kitab kuning, santri juga sangat diperlukan memahami teknologi menyeimbangkan keduannya agar dapat menguasai peradaban”, ujar Prof. Ali Ramdhani selaku pemateri kuliah umum.

Beliau juga memberikan motivasi kepada seluruh mahasantri bahwa “orang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, sedangkan orang yang terus belajar adalah pemilik masa depan”.

“Mudah-mudahan Ma’had Aly Hasyim Asy’ari kedepannya mampu memberikan kebutuhan-kebutuhan yang dibutuhkan pesantren Tebuireng, dan juga mampu memberikan kontribusi ke pesantren-pesantren lainnya”, harapan mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, KH. Nur Hannan Lc, M. H.I. dalam sambutannya.

Hal yang sama ketua panitia Denta Fatwa Fatahillah, juga memberikan harapan digelarnya kuliah umum ini ingin lebih mendekatkan dan melihat langsung penyelenggaraan atau kondisi pendidikan yang diselanggarakan oleh pesantren salah satunya yang berbentuk Ma’had Aly serta memberikan ketegasan bahwa Ma’had Aly adalah pendidikan formal yang memiliki kesetaraan dengan Perguruan Tinggi Agama Islam yang telah lebih dahulu mendapatkan rekognisi dari pemerintah sehingga dapat mengundang Dirjen Pendis Kemenag RI ini. (Syofiatul Hasanah/Dinar)

Comments are closed.