Blog

MAHA Kembali Gelar Seleksi penerimaan Mahasantri Baru 2026

Whatsapp image 2026 05 18 at 09.40.49
Berita

MAHA Kembali Gelar Seleksi penerimaan Mahasantri Baru 2026

Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) kembali gelar Seleksi Penerimaan Mahasantri Baru (SPMB) gelombang pertama dengan ketat dan penuh tantangan.  SPMB Marhalah Ula (M1) yang diikuti oleh 83 calon mahasantri baik secara online maupun offline pada hari Sabtu (16/05/2026) dan akan dilanjutkan SPMB Marhlah tsaniyah (M2) pada keesokan harinya(17/05/2026) yang diikuti oleh 22 calon mahasantri secara offline di kampus MAHA.

SPMB Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng sukses digelar dengan mengujikan dua kategori seleksi, yakni tes tulis dan tes lisan yang seluruhnya berbasis billughatil arabiyah (menggunakan bahasa Arab). Untuk jenjang M1 (Sarjana), materi tes tulis meliputi pemahaman nahwu, tajwid, dan ilmu hadis. Sementara untuk tes lisan, calon mahasantri diuji dalam hal muhadatsah (percakapan) serta kemampuan membaca kitab kuning. Aldi Ahsanil Khuluk asal Brebes memberi Kesan yang baik setelah mengikuti rangkaian SPMB ini “Alhamdulillah saya merasa senang sekali setelah menyelesaikan tes ini, ketemu teman teman dari berbagai daerah baik alumni maupun non alumni, harapannya semoga nanti hasil maqsud hingga bisa kuliah di mahad Aly Hasyim Asyari”, ujarnya.

Tradisi keilmuan serta sanad yang kuat menjadi daya tarik utama bagi para calon mahasantri untuk melanjutkan studi di MAHA. Sebagai lembaga pendidikan tinggi pesantren yang berfokus pada Takhasus Hadith wa Ulumuhu, MAHA dinilai sangat relevan dengan kebutuhan mendalami ilmu agama, sekaligus melestarikan tradisi mengaji hadis yang diwariskan sejak era Hadratussyaikh KH. M. Hasyim Asy’ari.. “Saya rasa ini tempat yang cocok untuk mengaji lebih lanjut karena adanya sanad yang muttashil langsung kepada Hadratussyeikh melalui para masayikh Tebuireng sendiri. Dengan ini, kami juga mengharap barokah dari beliau-beliau,” ujarnya.

  • Seleksi Jenjang M2 yang Menantang

Rangkaian SPMB MAHA tidak hanya diperuntukkan bagi jenjang M1, melainkan juga untuk jenjang M2 (Magister) yang dilaksanakan sehari setelahnya. Selain tes tulis dan tes lisan, calon mahasantri program M2 juga dituntut memiliki kemampuan riset dan penulisan karya ilmiah..

Pelaksanaan tes seleksi M2 menjadi tolok ukur yang representatif sekaligus menantang bagi para peserta. Karena pada sesi ujian tulis calon mahasantri berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan 100 soal berbahasa Arab hanya dalam durasi 100 menit. Banyaknya soal dengan tingkat kesulitan tinggi menuntut tingkat ketelitian yang tinggi, kesabaran ekstra, serta penguasaan mendalam terhadap struktur bahasa Arab dan pemahaman hadis.

Tidak hanya sampai di situ, tensi ujian semakin meningkat saat memasuki sesi lisan. Pada tahapan ini, salah satu calon mahasantri M2, Alfa Munayya mengatakan,

Saya diuji langsung oleh dua penguji, yakni Ustad Amrulloh dan Ustad Abdillah Afabih, melalui sesi membaca kitab Shahih Muslim serta review artikel jurnal. Di hadapan Ustad Amrulloh, peserta dicecar pertanyaan guna membedah pemahaman mendalam terkait ilmu Nahwu, Shorof, serta ulumul hadis. Sementara itu, Ustad Abdillah Afabih berfokus pada pengujian kritis terhadap pemahaman artikel ilmiah dan metodologi penelitian kepenulisan”, ujarnya.

Kontributor: Adelina Aizza & Naili Qonita

Editor: Ridwan Shobri

Whatsapp image 2026 05 18 at 08.55.48 (2)
Whatsapp image 2026 05 18 at 08.55.48
Whatsapp image 2026 05 18 at 08.55.49
Whatsapp image 2026 05 18 at 09.07.22