Mahasantri, Sang Penuntun di Era Disrupsi

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. M. Ali Ramdhani menjadi narasumber utama pada kuliah umum yang diadakan oleh Ma’had Aly Hasyim Asy’ari pada Sabtu (19/06/2021) di aula lantai tiga Gedung Yusuf Hasyim. Dalam acara yang dituntun oleh Dr. Anang Firdaus selaku moderator ini, Beliau mengupas secara gamblang tentang eksistensi manusia sebagai makhluk yang berakal.

Pendidikan merupakan upaya sadar yang dilakukan oleh manusia secara sistemik untuk meningkatkan kemampuan yang paling esensial dari diri manusia. Karena pada upaya inilah injeksi ilmu sebagai bagian dari pengokohan akal manusia adalah hal utama dalam penguatan eksistensi manusia.

Beliau mendefinisikan ilmu dengan mengambil dari tiga huruf yang menyusunnya. Pertama, ‘ain yang merujuk pada kata عليين, orang yang berilmu akan Allah angkat derajatnya dari pada orang yang tidak berilmu. Kedua, ‘lam’, orang yang berilmu akan senantiasa bersikap لطيف  (lembut). Dan yang ketiga, ‘mim’ ملك ( raja), orang yang berilmu akan menjadi raja sekurang-kurangnya menjadi raja bagi dirinya sendiri.

Dalam kuliah umum ini, beliau juga mengungkapkan bahwa Mahasantri yang saat ini lahir, hadir, dan mengembangkan diri diharapkan menjadi raja pada dinamika zamannya dengan menguasai berbagai polemik yang hadir pada zaman tersebut. Dikarenakan akan ada hal yang hadir di masanya besok yang mungkin belum terprediksi di masa kini.

Sebagai para pengkaji ilmu keislaman Mahasantri dituntut untuk mempelajari zamannya, tidak mengikuti zaman tapi menuntun zaman. Dengan keislaman yang kokoh, keimanan yang teguh, dan memiliki nilai-nilai keihsanan yang baik Mahasantri harus mengambil bagian dalam menjadikan nilai dan tendensi era disrupsi tidak menjadi negatif. “Orang yang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, dan orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan” pungkasnya. (Himmayatul Husna/Naila)

Comments are closed.