Ospek Ma’had Aly Hasyim Asy’ari 2017 Ditutup dengan Studium General

Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek) 2017 Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang resmi ditutup pada Ahad (30/07/17) pagi hari. Acara ini digelar di Gedung KH. Yusuf Hasyim pukul 08.00 WIB yang dihadiri oleh Mudir Ma’had Aly, KH. Nur Hannan Lc. M.Hi, KH. Syakir Ridwan selaku Wakil Mudir Ma’had Aly, beberapa dosen, staf, dan seluruh mahasantri Ma’had Aly.

Dengan jumlah mahasantri dan ditambah dengan hadirnya para alumni Ma’had Aly, penutupan Ospek MAHA 2017 kali ini berlangsung dengan meriah. Hal ini terbukti dengan antusiasme para peserta dengan ramai-ramai menghadiri acara tersebut. Agenda penutupan ini juga akan dilanjutkan dengan Pelantikan Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasantri (DPM), serta Studium General dengan menghadirkan Rektor Unipdu, Prof. Dr. KH. Ahmad Zahro, M.A.

“Jadilah mahasantri yang pengais bukan pengemis, pemenang bukan pecundang, pelopor bukan pengekor, berkarakter bukan ber-karaten, luar biasa bukan biasa di luar, dan menjadi mahasantri yang sensitif, solutif, dan kreatif,” kata Ketua Panitia, M. Khoirul Sholeh dalam sambutannya.

Sambutan yang kedua disampaikan oleh Presiden Mahasantri Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, M. Fatikhuddin. Dalam sambutannya, Ia menjelaskan bahwa sebenarnya BEM-DPM sudah berjalan aktif sejak beberapa bulan lalu. Namun, pelantikannya menunggu momen yang tepat. Akhirnya dibarengkan dengan Penutupan Ospek 2017.

Mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari KH. Nur Hannan Lc., M.Hi., menerangkan bahwa tahun ini Kementrian Agama telah meresmikan 13 Ma’had Aly yang ada di Indonesia, sehingga jumlah total Ma’had Aly sekarang ini adalah 26 Ma’had Aly yang strata satu, dan 1 Ma’had Aly yang strata dua, yakni Ma’had Aly Situbondo.

Selain itu alumnus Universitas Al Azhar Kairo Mesir itu juga menjelaskan perihal teka-teki waktu diadakannya wisuda ke-4 yang sempat simpang siur di kalangan mahasantri. Beliau menjelaskan, bahwa wisuda benar rencananya akan diadakan pada bulan September 2017. Namun, belum ada kejelasan perihal hari dan tanggalnya.

Adapun mengenai rancangan ke depannya, beliau mengatakan, ruang pembelajaran antara mahasantri putra dan mahasantri putri akan dipisah, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Selain berguna untuk pembelajaran yang efektif juga agar semakin sesuai dengan visi Ma’had Aly, yakni mencetak kader-kader penerus para ulama salafus shaleh.

Adapun acara OSPEK MAHA 2017 ini, ditutup dengan Stadium General dengan tema “Memahami Hadis-hadis Ahkam dalam Perspektif Fiqih Kontemporer” dengan narasumber Rektor Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Rejoso Peterongan Jombang, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya, serta Imam Besar Masjid Nasional al Akbar Surabaya, Prof. Dr. H. Ahmad Zahro MA. Materi SG disampaikan dalam Bahasa Arab. (Fitri/Abror)

No Comments Yet.

Leave a comment