Perluas Wawasan, Anggota beasiswa Cendekia BAZNAS Gelar Diskusi
Perluas Wawasan, Anggota beasiswa Cendekia BAZNAS Gelar Diskusi
TEBUIRENG – Anggota Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB) Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng menggelar diskusi rutin bulanan bertema “Manajemen Waktu dan Produktivitas” di Aula Lantai 2 Gedung Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini menghadirkan tiga presentator, yakni Vigar, Ataka, dan Ahmad Rif’atullah. Diskusi ini bertujuan meningkatkan wawasan dan kedisiplinan peserta dalam mengelola waktu secara efektif dan produktif. Melalui tema ini juga para anggota BCB Ma’had Aly Hasyim Asy’ari diajak untuk memahami pentingnya perencanaan, prioritas, konsistensi, serta evaluasi diri dalam menjalankan aktivitas harian, baik dalam lingkup akademik, organisasi, maupun pengabdian
Hal itu senada dengan yang disampaikan oleh salah satu presentator Ataka menekankan bahwa manajemen waktu adalah instrumen vital bagi mahasantri.
sebagai mahasantri, manajemen waktu dan produktivitas menjadi hal yang sangat penting karena kehidupan perkuliahan tentunya dipenuhi dengan berbagai aktivitas dan tanggung jawab yang besar,”
Ahmad Rif’atullah yang juga presentator membagikan tips praktis menggunakan sistem time blocking. Menurutnya, metode ini membantu seseorang tetap fokus pada prioritas. Namun, ia mengingatkan agar jadwal tetap realistis. ” Oleh sebab itu, kunci utama time blocking bukan kesempurnaan menjalankan semua target, melainkan konsistensi, disiplin, dan evaluasi agar aktivitas tetap realistis serta berjalan efektif,” jelas Ahmad.
Sebagai penutup pemaparan, Vigar membedah esainya yang berjudul “Sibuk Kok Tidak Tumbuh: Kalau Cuma Sibuk, Semut pun Sibuk”. Melalui cerita fiksi seorang mahasiswa yang disindir oleh seekor semut yang selalu sibuk tiap harinya dengan tujuan yang jelas, tidak seperti si mahasiswa yang sibuk tetapi tanpa ia sadari, ia hanya menghabiskan hari tanpa tujuan yang jelas tanpa bisa merasakan apa yang sedang tumbuh dalam dirinya, Vigar mengajak peserta berefleksi agar kesibukan harian memiliki tujuan yang jelas dan berdampak pada pertumbuhan diri.
tidak seperti si mahasiswa yang sibuk tetapi tanpa ia sadari, ia hanya menghabiskan hari tanpa tujuan yang jelas tanpa bisa merasakan apa yang sedang tumbuh dalam dirinya
Mentor BAZNAS Ma’had Aly Hasyim Asy’ari, Dr. Anang Firdaus, yang hadir melalui ruang virtual (Zoom), turut memberikan arahan. Beliau berpesan agar mahasantri senantiasa menyibukkan diri dengan kegiatan positif yang menunjang pengembangan diri. Selain itu beliau juga menyampaikan terkait lebih baik mana antara tahu banyak sedikit hal atau tahu sedikit banyak hal. Beliau mengutip perkataan Kyai Yusuf Hasyim yang mana berkata “Mungkin jika seandainya Imam Syafi’i nyantrinya di Tebuireng, maka tidak jadi alim“, dari hal ini dapat diambil pemahaman bahwa Kyai Yusuf Hasyim lebih condong ke pendapat lebih baik tahu banyak sedikit hal ini karena dengan seseorang dapat mengetahui satu hal saja tapi secara mendalam, maka niscaya orang tersebut akan dapat merasakan manfaat yang besar dari suatu cabang keilmuan yang ia tekuni itu.
kontributor: Vigar Dano Ramadhan
editor: Ridwan Shobri


