Blog

Ramadhan Berkah, Mahasantri MAHA Memilih Mengabdi dan Mengamalkan Ilmunya di Masyarakat

Whatsapp image 2026 02 25 at 20.20.04
Berita

Ramadhan Berkah, Mahasantri MAHA Memilih Mengabdi dan Mengamalkan Ilmunya di Masyarakat

Ramadhan 1447H, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) mendapat permintaan untuk mengirimkan delegasinya ke beberapa tempat. Mulai permintaan dari Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Jawa Timur untuk mengirimkan delegasinya ke daerah Nganjuk lalu ada juga yang didelegasikan ke beberapa tempat di Jombang Seperti di kecamatan Wonosalam, di desa Brambangan, dan di SMP Al-Furqon.

Di Nganjuk, MAHA mengirimkan sejumlah 7 delegasi, 5 orang mahasantri semester 4, dan 2 orang mahasantri semester 2. Ini merupakan tindak lanjut atas surat edaran yang diberikan oleh pihak LDNU JATIM. 

Ilham Arifin selaku penangggungjawab pengabdian di Nganjuk menjelaskan bahwa para delegasi tidak kumpul di satu desa melainkan bertempat sesuai penempatan di desa masing masing. “untuk tempat tinggalnya disana tergantung desa penempatan. ada yang berada di kamar takmir masjid dan ada pula yang berada di rumah warga,ungkapnya dan fokusnya adalah pemberdayaan kegiatan masjid, untuk kegiatannya lebih terfokuskan terhadap pemberdayaan kegiatan di masjid, seperti mengisi kajian ahlussunah wal jamaah dan kultum setelah tarawih, imam sholat fardhu, imam tarawih, mengisi tpq dan Tadarus Al-Qur’an,” ucapnya.

Selain di Nganjuk, MAHA melalui program kerja dari PKPT IPNU (Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama) berkolaborasi dengan CSSMORA (Community of Santri scholars of Ministry of Religious Affairs) mengadakan Safari Ramadhan di desa Brambangan, Diwek. Di desa ini ada 11 orang mahasantri yang menjadi kontributor dalam kegiatan ini. 7 orang dari semester 2, dan 4 orang dari semester 4. Fokus kegiatannya di sini adalah kultum sore, muraqqi, dan imam tarawih.

Akhmad Muhammad Rohmatullah selaku ketua pelaksana kegiatan menyampaikan bahwa fokus kegiatan ini adalah untuk syi’ar agama, sekaligus juga mengembangkan dan mengamalkan apa yang telah di pelajari oleh para mahsantri di ma’had aly. “Kita fokusnya hadits, jadi ketika kita diluar kita menyampaikan atau mengamalkan ilmu yang telah kita dapat di masyarakat,” ucapnya.

Dikarenakan lokasi yang masih berada di Jombang, para mahasantri tidak menginap didesa tersebut selama pelaksanaan kegiatan, melainkan pulang pergi dari asrama ke desa tersebut. Kendati demikian para warga tetap antusias mengikuti kegiatan ini, Akmad juga menyampaikan bahwa kegiatan ini berjalan lancar dan disambut baik oleh masyarakat sekitar, “Alhamdulillah kegiatan ini berjalan lancar, dan antusiasme masyarakat juga tinggi pada kegitan tersebut. Ketika kultum sebelum berbuka puasa, yang hadir bukan hanya para orang tua saja tapi anak muda juga banyak yang hadir.”

Ada juga mahasantri yang ikut program dari Lembaga Sosial Pesantren Tebuireng (LSPT) yang mengadakan Safari Ramadhan di lereng Gunung Anjasmoro tepatnya di dusun Pokah, Mangirejo, Kec. Wonosalam,kab Jombang, Jawa Timur. Dua mahasantri MAHA yaitu Muhammad Badar Laduni dan Mochamad Aghits Shobron diutus untuk mengisi bulan Ramadan kurang lebih selama 20 hari mendatang di Wonosalam, Jombang.

Perdana ikut safram (Safari Ramadan), sangat berperan membantu menghidupkan hari-hari Ramadan dengan berbagai kegiatan positif mulai kultum, menjadi takmir hingga mengajar TPQ (Taman Pendidikan Al-Quran), meskipun agak adaptasi juga dengan cuaca yang tidak menentu,” ujar Shobron.

Seluruh masyarakat dusun Pokah sangat antusiasme terhadap kegiatan safram tahun ini. “Alhamdulillah berbagai kalangan dari anak-anak, remaja, hingga orang tua memiliki ketertarikan terkait safram yang kami lakukan disini, antusiasme masyarakat di sini bisa dikatakan sebegitu antusiasnya karena memang kami membawa dan niat dalam rangka menghidupkan hari-hari Ramadan dengan hal-hal positif serta berusaha membersamai mereka,” ungkap Shobron. Besar harapan dari mereka setelah mengisi dan membersamai seluruh masyarakat dusun Pokah.

Tidak hanya di Wonosalam, MAHA Juga mengutus delegasi untuk berpartisipasi dalam Safram yang diadakan oleh LSPT di SMP Al-Furqan yang terletak di dalam kawasan pondok pesantren Madrasatul Qur’an, Tebuireng, Cukir, Kec. Diwek, Kab. Jombang. Pada tahun ini, utusan MAHA yang bekerja sama dengan LSPT berjumlah 13 mahasantri Marhalah Tsaniyyah MAHA. Komposisi peserta tersebut terdiri atas 8 mahasantri semester 4, 4 mahasantri semester 2, serta 1 orang alumni Marhalah Ula.

Para santri SMP Al-Furqon memberikan kesan saat diajar kitab Mabadi’ Fiqhiyyah Juz 1 yang diampu oleh Husnu, salah satu utusan MAHA tersebut. “Alhamdulillah sangat senang dan para siswa sangat antusias dan bersemangat dalam menerima pelajaran, mereka fokus menyimak dan mencatat keterangan yang saya sampaikan, kitab yang saya kaji adalah Mabadi’ Fiqhiyyah Juz 1 di kelas VII SMP Al-Furqan,” ujar Husnu.

Para santri SMP Al-Furqon menyampaikan kesan positif selama mengikuti pembelajaran kitab Mabādi’ Fiqhiyyah Juz 1 yang diampu oleh Husnu. “Alhamdulillah, para siswa sangat antusias dan bersemangat dalam menerima pelajaran. Mereka fokus menyimak serta mencatat penjelasan yang saya sampaikan. Kitab yang saya kaji bersama mereka adalah Mabādi’ Fiqhiyyah Juz 1 di kelas VII SMP Al-Furqan,” jelasnya.

Di penghujung wawancara, Husnu berpendapat tentang pentingnya menjadi santri yang tidak hanya menghafal Al-Quran dan sekolah formal. Mendalami ilmu fiqih juga wajib dibekali.

Contributor: Naili Qonitah & Aizza Adelina

Editor: Ridwan Shobri

Whatsapp image 2026 02 25 at 20.19.44
Whatsapp image 2026 02 25 at 13.08.35
Whatsapp image 2026 02 25 at 22.53.50

Leave your thought here

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *