Urgensi Bahasa Arab dalam Meneguhkan Santri Sebagai Kader Ulama’

Ma’had Aly Hasyim Asy’ari melaksanakan pembukaan acara festival lomba Ma’had Aly Arabic Festival (MAHREST) yang bertemakanKaderisasi Ulama’ Melalui Mercusuar Khazanah Islamdengan peserta yang berasal dari kalangan pelajar dan masahasiswa se-Jawa Timur. Acara ini merupakan program Dewan Mahasantri (DEMA) pada bagian menteri Sumber Daya Mahasantri(SDM).

Dalam kondisi daurat pandemi ini, pembukaan dan serangkaian festival MAHREST 2020 dilaksanakan secara virtual dengan semua peserta dan tatap muka bagi sebagian panitia yang bertempat di gedung Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng.

Saudari Nurul Faizah, mahasantri angaktan 2018, memimpin jalannya acara pembukaan MAHREST 2020. Sambutan yang pertama disampaikan oleh KH.Nur Hannan, Lc. M.HI. Beliau selaku mudir Ma’had Aly Hasyim Asy’ari mengaku sangat senang dan mendukung acara festival tersebut. Tak hanya itu, beliau juga menyampaikan ucapan dan rasa terima kasih kepada Pemprov Jawa Timur yang telah banyak mendukung Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dengan sejumlah programnya, baik secara moral maupun materi.

Nur Hannan juga mengungkapkan terima kasihnya kepada semua pihak yang telah sudi meluangkan waktunya untuk menyukseskan acara festival yang telah teragendakan ini. Dalam sebagian sambutannya, beliau juga menyampaikan betapa pentingnya penguasaan Bahasa Arab bagi pelajar yang mendalami ilmu-ilmu agama Islam. Terlebih di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari sendiri yang dalam kegiatan belajar mengajarnya menggunakan Bahasa Arab, baik penyampaian berikut sumber literaturnya yang menggunakan kitab kuning. “Bahasa Arab di Ma’had Aly Hasyim Asy’ari adalah bahasa keseharian antara dosen dan mahasantri,” tutur alumni Al Azhar ini.

Sambutan kedua disampaikan oleh bapak Wahyudin, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, untuk mewakili Gubernur Jawa Timur, Khafifah Indarprawansa, yang sedang berhalangan untuk berpartisipasi pada acara ini. Di awal sambutannya, beliau menyampaikan salam dari Ibu Gubernur bagi seluruh keluarga besar Ma’had Aly Hasyim Asy’ari dan peserta festival MAHREST. Kemudian beliau menyinggung urgensinya belajar Bahasa Arab dan meneguhkan posisi para santri atau mahasantri khususnya yang merupakan kader kyai dan ulama.

KADISDIK Jawa Timur ini juga diminta untuk membuka serangkaian festival MAHREST. Kemudian beliau membacakan basmalah sebagai simbol atau tanda dibukanya serangkaian festival MAHREST 2020. “Dengan pembacaan Basmalah maka acara resmi dibuka,” ucapnya. Acara berjalan dengan lancar, dimulai pukul 08.15 WIB dan berakhir pukul 10.00 WIB. Setelah perhelatan pembukaan festival dilaksanakan maka satu persatu cabang lomba juga mulai dilaksanakan secara virtual. (Ahmad Fikri/ Nur Indah)

Comments are closed.