Urgensi Pengembangan Pembelajaran Hadis di Indonesia

Dr. M. Alfatih Suryadilaga, M.Ag, Ketua Asosiasi Ilmu Hadits Indonesia serta dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta mengisi studium generale Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Jombang, Ahad (4/8/19). “Saya akan cerita mengapa hadis perlu dikembangkan di Indonesia,” ungkapnya diawal sambutan. Pada kesempatan itu, ia menyampaikan keprihatinannya terhadap maraknya ustadz-ustadz yang bermunculan dan menyampaikan hadis terhadap masyarakat dengan pemahaman yang kurang benar.

“Sebab di Indonesia ini banyak orang yang tidak memahami hadis dengan baik,” imbuh Ketua Ikatan Studi Ilmu Hadis Indonesia tersebut.

Keberadaan Ma’had Aly bagi Alfatih merupakan angin segar bagi dunia keilmuwan Ilmu Hadis di Indonesia, sebab Studi Ilmu Hadis di Indonesia sekaarang sudah sangatlah jarang dilakukan. Pembelajaran Ilmu Hadis hanya dilakukan oleh mahasiswa jurusan studi Ilmu Hadis seperti Ma’had Aly HAsyim Asy’ari.

“Yang belajar ilmu hadis sudah jarang, kalau bukan kalian ya mahasiswa Ilmu Hadis lainnya, maka belajarlah dengan sungguh-sungguh, jalan-jalan seperti ulama-ulama dulu,” pesan dosen UIN Sunan Kalijaga itu kepada Mahasantri Ma’had Aly HAsyim Asy’ari.

Menurutnya, penelitian hadis dikembangkan bukan hanya takhrij hadis, tapi juga kitab-kitab hadis dan living hadis. Pengembangan studi hadis di Indonesia, dapat dilakukan dalam bentuk penguatan pada Living Hadis. Kemandekan pembelajaran yang hanya berkutat pada pembelajaran teks, sudah saatnya diseimbangkan dengan pemahaman konteks hadis. (Nailia)

Comments are closed.