Hasil Bahtsul Masail Se-Jombang Pare Ma’had Aly Tebuireng Tentang Human Composting
Hasil Bahtsul Masail Se-Jombang Pare Ma’had Aly Tebuireng Tentang Human Composting
ISU LINGKUNGAN KONTEMPORER
Polemik Human Composting (NOR)
Kamis, 21 Mei 2026 M / 5 Zulhijjah 1447
Deskripsi Permasalahan:
Human composting, atau yang secara teknis dikenal sebagai Reduksi Organik Alami (Natural Organic Reduction), merupakan sebuah terobosan dalam industri pemakaman modern yang menawarkan alternatif ramah lingkungan dibandingkan kremasi atau penguburan tradisional. Secara definisi, proses ini adalah transformasi biologis jenazah manusia menjadi tanah yang kaya akan nutrisi melalui penguraian yang terkendali oleh mikroba. Alih-alih menggunakan bahan kimia pengawet atau pembakaran suhu tinggi, human composting memanfaatkan kekuatan alam untuk mengembalikan unsur hara tubuh manusia ke dalam siklus ekosistem bumi secara bermartabat.
Proses transformasinya dilakukan dengan menempatkan jenazah ke dalam wadah baja modular berbentuk kapsul yang telah diisi dengan campuran bahan nabati seperti serpihan kayu, jerami, dan alfalfa. Selama periode 30 hingga 60 hari, mikroba dan bakteri yang ada secara alami di dalam tubuh dan bahan organik tersebut akan bekerja secara aktif. Di dalam wadah yang terkontrol suhu dan kadar oksigennya, suhu internal akan meningkat secara alami hingga mencapai $55^\circ$C hingga $70^\circ$C, yang cukup untuk mematikan patogen berbahaya sekaligus menghancurkan tulang serta gigi. Setelah proses selesai, hasilnya adalah tanah kompos yang subur dengan volume sekitar satu meter kubik, yang kemudian didiamkan selama beberapa minggu agar stabil sebelum diserahkan kepada keluarga untuk ditanam atau dikembalikan ke kawasan konservasi.
Manfaat utama dari metode ini terletak pada jejak karbonnya yang sangat rendah. Berbeda dengan kremasi yang melepaskan ratusan kilogram karbon dioksida ke atmosfer atau penguburan tradisional yang menggunakan lahan luas dan peti kayu berlapis logam, human composting mampu menghemat satu metrik ton emisi karbon per orang. Selain itu, metode ini tidak melibatkan penggunaan cairan formalin yang beracun dan secara aktif berkontribusi pada kesehatan tanah. Tanah hasil pengomposan ini mengandung nutrisi penting seperti nitrogen, fosfor, dan kalium yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan tanaman dan pemulihan hutan yang gundul.
Konsep ini pertama kali dikembangkan dan dipopulerkan oleh Katrina Spade melalui risetnya yang dimulai pada tahun 2013. Ia kemudian mendirikan *Recompose*, sebuah perusahaan layanan pemakaman berbasis di Seattle, Amerika Serikat, yang menjadi pelopor komersial pertama di dunia untuk praktik ini. Spade bekerja sama dengan para ilmuwan, termasuk Dr. Lynne Carpenter-Boggs dari Washington State University, untuk menyempurnakan aspek teknis dan biologis agar proses dekomposisi berjalan sempurna, aman bagi lingkungan, dan sesuai dengan standar kesehatan masyarakat.
Praktik human composting saat ini telah mulai diterima secara hukum dan dilakukan di beberapa wilayah. Negara bagian Washington di Amerika Serikat menjadi wilayah pertama di dunia yang melegalkan praktik ini pada tahun 2019, yang kemudian diikuti oleh beberapa negara bagian lain seperti Colorado, Oregon, Vermont, California, New York, hingga Nevada. Selain di Amerika Serikat, beberapa negara di Eropa seperti Jerman melalui proyek “Meine Erde” dan Swedia juga mulai menjajaki serta mempraktekkan metode penguburan ekologis ini. Ribuan orang telah mendaftarkan diri dalam program ini sebagai bentuk warisan terakhir untuk memberikan kehidupan baru bagi planet bumi melalui tanah yang mereka tinggalkan.
Rumusan Masalah:
- Apa hukum melakukan human compsoting atau NOR?
- Apa hukum menggunakan tanah hasil NOR?
Ketentuan Umum:
- Menguburkan mayat merupakan bagian dari tindakan memuliakan manusia.
- Telah menjadi konsensus bahwa menguburkan mayat merupakan kewajiban yang bersifat fardu kifayah.
- Kategori penguburan yang sah adalah liang tanah dengan kedalaman memadai, guna mengisolasi gas pembusukan serta mencegah ekskavasi oleh satwa liar.
Keputusan Hukum:
- Hukum melakukan human composting adalah haram.
- Boleh menggunakan tanah NOR sebagai kompos atau yang serupa dengan penguburan karena dipendam atau dikembalikan ke tanah.
Dasar Hukum:
المجموع شرح المهذب (5/ 128)
وَاعْلَمْ أَنَّ غُسْلَ الْمَيِّتِ وَتَكْفِينَهُ وَالصَّلَاةَ عَلَيْهِ وَدَفْنَهُ فُرُوضُ كِفَايَةٍ بِلَا خِلَافٍ
الدر المختار وحاشية ابن عابدين (2/233)
(قوله (وحفْرُ قَبرِه… إلخ) شروعٌ في مسائِلِ الدَّفْن، وهو فرضُ كفايةٍ إن أمكَنَ، إجماعًا.حِلْيَة. واحترز بالإمكان عمَّا إذا لم يُمكِن؛ كما لو مات في سفينةٍ كما يأتي، ومُفادُه: أنَّه لا يُجزئ دفنُه على وَجْه الأرضِ ببناءٍ عليه، كما ذكره الشافعيَّة، ولم أرَه لأئمَّتنا صريحًا)..
الإنصاف (2/330).
(قوله: (غُسل الميِّت، وتكفينُه، والصَّلاة عليه، ودفنُه- فرضُ كفايةٍ) بلا نزاعٍ).
المجموع شرح المهذب (5/ 142)
وَأَمَّا تَكْفِينُهُ وَدَفْنُهُ فَإِنْ كَانَ ذِمِّيًّا فَفِي وُجُوبِهِمَا عَلَى الْمُسْلِمِينَ إذَا لَمْ يَكُنْ لَهُ مَالٌ وَجْهَانِ حَكَاهُمَا إمَامُ الْحَرَمَيْنِ وَمُتَابِعُوهُ وَالْبَغَوِيُّ وَآخَرُونَ (أَصَحُّهُمَا) الْوُجُوبُ وَفَاءً بِذِمَّتِهِ كَمَا يَجِبُ إطْعَامُهُ وَكِسْوَتُهُ فِي حَيَاتِهِ وَهَذَا الْوَجْهُ قَوْلُ الشيخ أَبِي مُحَمَّدٍ الْجُوَيْنِيِّ وَاخْتَارَهُ الْقَاضِي حُسَيْنٌ
البحر الرائق شرح كنز الدقائق ومنحة الخالق وتكملة الطوري (2/ 210)
وَفِي الْوَاقِعَاتِ عِظَامُ الْيَهُودِ لَهَا حُرْمَةٌ إذَا وُجِدَتْ فِي قُبُورِهِمْ كَحُرْمَةِ عِظَامِ الْمُسْلِمِينَ حَتَّى لَا تُكْسَرَ؛ لِأَنَّ الذِّمِّيَّ لَمَّا حَرُمَ إيذَاؤُهُ فِي حَيَاتِهِ لِذِمَّتِهِ فَتَجِبُ صِيَانَةُ نَفْسِهِ عَنْ الْكَسْرِ بَعْدَ مَوْتِهِ اهـ
أسنى المطالب في شرح روض الطالب (1/ 331)
كَرَاهَةِ الْوَطْءِ لِضَرُورَةِ الدَّفْنِ وَنَقَلَهُ فِي الشَّامِلِ عَنْ النَّصِّ وَتَعْبِيرُ الْمُصَنِّفِ بِمَنْ يَزُورُهُ أَعَمُّ مِنْ تَعْبِيرِ أَصْلِهِ بِقَبْرِ مَيِّتِهِ قَالَ الْأَذْرَعِيُّ وَلَا خَفَاءَ أَنَّ الْمُرَادَ قَبْرُ الْمُسْلِمِ لَا قَبْرُ الْحَرْبِيِّ وَالْمُرْتَدِّ وَنَحْوِهِمَا وَفِي قَبْرِ الذِّمِّيِّ وَنَحْوِهِ نَظَرٌ وَالظَّاهِرُ أَنَّهُ لَا حُرْمَةَ لَهُ فِي نَفْسِهِ لَكِنْ يَنْبَغِي اجْتِنَابُهُ لِأَجْلِ كَفِّ الْأَذَى عَنْ أَحْيَائِهِمْ إذَا وُجِدُوا وَلَا شَكَّ فِي كَرَاهَةِ الْمُكْثِ فِي مَقَابِرِهِمْ
حاشية الجمل على شرح المنهج = فتوحات الوهاب بتوضيح شرح منهج الطلاب (3/ 463)
هَلْ يَجُوزُ لِلْمَالِكِ الِانْتِفَاعُ بِظَاهِرِ الْأَرْضِ بِنَحْوِ زَرْعٍ وَبَاطِنِهَا بِنَحْوِ حَفْرِ نَحْوِ سِرْدَابٍ مَشَى م ر عَلَى جَوَابِ ذَلِكَ حَيْثُ لَا يَنَالُ الْمَيِّتَ ضَرَرٌ فَمَا فِي الْجَنَائِزِ عَنْ الْحَنَّاطِيِّ مِنْ امْتِنَاعِ زَرْعِ الْمَقْبَرَةِ يَحْمِلُ وِفَاقًا ل م ر عَلَى الْمَقْبَرَةِ الْمُسَبَّلَةِ أَوْ عَلَى مَا إذَا وَصَلَ لِلْمَيِّتِ، وَلَحِقَهُ ضَرَرٌ بِهِ
حاشية البجيرمي على الخطيب = تحفة الحبيب على شرح الخطيب (3/ 161)
حَتَّى يَنْدَرِسَ أَثَرُ الْمَدْفُونِ إلَّا عَجْبَ الذَّنَبِ وَهُوَ مِثْلُ حَبَّةِ خَرْدَلٍ فِي طَرَفِ الْعُصْعُصِ لَا يَكَادُ يَتَحَقَّقُ بِالْمُشَاهَدَةِ
Untuk mengunduh Hasil Bahtsul Matsail Tentang Human Composting Disini
Dewan Mushohih
KH. Mukhlis Dimyati
Dr. H. Ahmad Roziqi Lc.,M.H.I.
Perumus
Dr. Ahmad Ubaydi Hasbillah, MA.Hum.
Kiai Mahfud Ali Amari, S.Ag.
Ust. A. Washil Syahir, S.Ag.
Moderator
Moch Wildan Husin
Notulen
M. Hasyimi
M. Restu
Editor: Adelina Aizza
