Corona Virus

Sakit merupakan hal lumrah yang hampir semua makhluk hidup rasakan. Menurut KBBI (Kamus besar bahasa Indonesia) sakit adalah rasa tidak nyaman di tubuh atau bagian tubuh karena menderita sesuatu.

Penyakit merupakan suatu fenomena kompleks yang berpengaruh negatif terhadap kehidupan manusia. Penyakit terbagi menjadi dua macam yakni: penyakit rohani (penyakit hati), dan penyakit fisik seperti demam, flu, batuk, sakit kepala,dll.

Kini mulai menyebar penyakit fisik yang mengancam keselamatan manusia di seluruh dunia, penyakit ini viral dengan nama virus corona. Virus corona atau corona virus yang juga dikenal dengan 2019-nCoV, kini menjadi masalah kesehatan dunia virus corona bisa menyebabkan kematian.

Virus corona adalah penyakit yang menular, wabah penyakit menular juga pernah terjadi di zaman Rasulullah SAW meski bukan virus corona. Wabah tersebut salah satunya adalah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya.

Apa  yang harus kita lakukan untuk mencegah penyakit tersebut? Sebagaimana termaktub dalam hadis nabi Muhammad SAW sebagaimana berikut:

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بِنْ يُوْسُف, أَخْبَرَنَا مَالِكُ, عَنْ اِبْنِ شِهَابِ, عَنْ عَبْدُاللهِ بْنِ عَاِمٍر, أَنَّ عُمَرَ خَرَجَ إِلَى الشَّامِ, فَلَمَّا كَانَ بِسَرْغَ, بَلَغَهُ أَنَّ الوَبَاءَ قَدْ وَقَعَ بِا لشَّامِ, فَأخْبَرَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بِنْ عَوْفٍ أَنَّ رَسُوْلُ اللهِ صَلَى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ قَالَ: "إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوْا عَلَيْهِ, وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ."[1]

( Hadis Bukhari nomor 5730 status hadis: shohih )

 

A. Terjemah Hadis

Abdullah bin Yusuf telah menceritakan kepada kita, Malik telah mengabarkan kepada saya, dari bin Syihab, dari Abdillah bin Amir, Sesungguhnya khalifah Umar dalam perjalanan menuju negara Syam, saat sampai di wilayah bernama Sargh. Saat itu Umar mendapat kabar adanya wabah di wilayah Syam. Kemudian Abdurrahman bin Auf memberi kabar kepada Umar  bahwa Rosulullah SAW bersabda: ” Jika kamu mendengar wabah di suatu wilayah, maka janganlah kalian memasukinya. Tapi jika terjadi wabah di tempat kamu berada, maka jangan tinggalkan tempat itu.” (HR Bukhori)

 

B. Hasil Takhrij

C. Bagan Sanad

 

D. Syarah Hadis

Secara garis besar dalam hadis di atas terkandung dua hal pokok dalam masalah penyakit yang menular.

Pertama, jangan memasuki wilayah yang terdapat wabah penyakit di dalamnya.

Penyakit menular adalah penyakit yang bisa berpindah dari orang sakit kepada orang sehat, seperti yang terjadi pada penyakit-penyakit indrawi (bersifat fisik), penularan juga terjadi pada penyakit-penyakit maknawi.

Nabi memerintahkan menjauhi penyakit yang menular disebabkan karena penyakit berpengaruh dalam kehidupan kita.[2]

Allah SWT berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 195 :

وَاْنفَقُوْا فِى سَبِيْلَ الله وَلَا تَلْقُوْا بِأَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلِكَةِ وَاَحْسِنُ إِنَّ اللهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ (البقرة: 195)

Artinya: “Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” ( Q.S Al-Baqoroh:195)[3]

Kedua, apabila di daerah kamu terdapat wabah penyakit maka jangan tinggalkan tempat itu.

Hadis ini menjelaskan bahwa penduduk yang wilayahnya terkena wabah dan tidak boleh keluar dari rumah itu merupakan ujian agar mereka bersabar dan berserah diri kepada Allah.

Penyakit itu tidak akan menular kepada seseorang kecuali atas izin Allah.Apabila mereka mau bersabar dan mati karena terserang wabah, maka ganjarannya sepadan dengan orang yang mati syahid sebagaimana dijelaskan dalam hadis:

حَدَّثَنَا بِشْرُبْنُ مُحَمَّد, أَخْبَرَنَا عَبْدُاللهِ, أَخْبَرَنَا عَاصِمُ, عَنْ حَفْصَةِ بِنْتُ سِيْرِيْنَ, عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ رضي الله عنه, عن النبي صل الله عليه و سلم قال:" الطَاعُوُْن شَهَادَةٌ لِكُلِّ مُسْلِمٍ."

(Hadist Bukhari Nomor : 2830; Status Hadis : Shohih )

 

Artinya: Bisyru bin Muhammad telah menceritakan kepada kami, Abdullah telah mengkabarkan kepada kami, Asim telah mengabarkan kepada kami, dari Hafsoh binti Siiriina dari Anas bin Malik rodiyallahuanhu, dari Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam, Rasulullah bersabda:”Kematian karena wabah penyakit adalah surga bagi tiap muslim (yang meninggal karenanya)”[4]

Allah juga memerintahkan kepada hambanya untuk bertaqwa kepada-Nya dalam kondisi apapun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Al-Maidah ayat 88:

وَكُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللهُ حَلاَ لاًطَيّبِاَ وَاتَّقُوا الله الَّذِى اَنْتُمْ بِهِ مُؤْمِنُوْنَ  ( المائدة : 88 )

Artinya: “Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang telah Allah rezekikan kepada kalian, dan bertakwalah kepada Allah yang kalian beriman kepada-Nya.”(Al-Maidah ayat 88)[5]

Menghadapi kondisi ini, ada baiknya mengamalkan do’a seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW dalam hadis berikut:

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، أَخْبَرَنَا قَتَادَةُ، عَنْ أَنَسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوْذُبِكَ مِنَ البَرَصِ وَالْجُنُوْنِ وَالجُذَامِ وَمِنَ سَيِّءِ الأَسْقَامِ”

( Hadist Sunan Abi Daud nomor : 1554 status hadist : shohih )

Artinya: Musa bin Ismail telah menceritakan kepada kami, Hammad telah bercerita kepada kami, Qatadah telah bercerita kepada kami, dari Anas, seseungguhnya Rasulullah SAW bersabda ( berdo’a )  “Ya Allah, aku berlindung kepada Mu dari sakit lepra, gila, kusta, dan penyakit-penyakit yang buruk.”[6]

E. Aktualisasi Hadis

Virus corona mulai mewabah di Wuhan,China pada Desember 2019 lalu. Menurut penelitian dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CDC) menyatakan, mereka telah mengumpulkan sampel untuk diteliti dan hasilnya, seperti dilansir Xinhua via News.com.au, senin (27/1/2020) virus corona berasal dari Pasar Seafood Huanan di Wuhan.[7]

Menurut penelitian lain, virus corona merupakan virus yang menginveksi hewan, namun seiring berjalannya waktu dan berevolusi virus ini bisa menular ke manusia. Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Republik Indonesia, Achmad Yurianto - Update virus corona di Indonesia Jumat (10/7/2020); tambah 1.611 kasus baru, 878 pasien sembuh hari ini. Jika diakumulasikan, ada 35.349 kasus aktif.

Bila kita melihat kepada hadis di atas maka yang harus kita lakukan untuk menjauhkan diri dari corona adalah dengan tidak mengunjungi daerah-daerah yang terkena wabah corona dan senantiasa berdoa memohon perlindungan dari Allah dan tak lupa menjaga kesehatan dan kebersihan yang salah satunya dengan rajin cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.

Langkah selanjutnya adalah segera ke dokter bila terjadi penurunan fungsi tubuh, bukan itu saja hadis tersebut juga mengisyaratkan  bagi orang yang terpapar corona atau berada di daerah terpapar corona untuk tidak keluar dari daerah tersebut,apabila orang tersebut terpaksa keluar dari daerah tersebut, maka hendaklah dia mengisolasi dirinya terlebih dahulu dengan jangka waktu yang ditentukan. Jika dia terbukti dia bukan orang yang reaktif, maka keluar dari daerah tersebut boleh baginya.


[1] HR Bukhori no.5735

[2] https://.alislamu.com/512/hadits-qlarilah-kamu-dari-orang-yang-berpenyakit-kusta-q-dqn-qtidak-ada-penyakit-menular-q/

[3] Al-Baqoroh 195

[4] HR Bukhori no.2830

[5] QS. Al-Maidah ayat 88

[6]HR Abu Daud

[7] https://www.tribunnews.com/internasional/2020/01/29/peneliti-china-akhirnya-mengungkapkan-asal-mula-virus-corona

Comments are closed.