“Rasa syukur itu (atas pengukuhan 13 Ma’had Aly melalui Peraturan Menteri Agama) harus kita wujudkan dalam bentuk meneruskan kerjasama antar Ma’had Aly yang selama ini bertahun-tahun telah kita lakukan dalam forum bersama membahas masa depan Ma’had Aly sampai keluarnya pengukuhan dari Menteri Agama,” tutur Gus Sholah. Beliau berharap di masa yang datang Ma’had Aly akan terus berkembang dan bertambah.

Menurut beliau Ma’had Aly adalah penerus tradisi akademik pesantren. Kebanyakan orang melihat pesantren, lanjut beliau, lebih memperhatikan tradisi mengajinya, jarang yang memperhatikan sisi akademiknya. Tradisi pesantren meliputri tradisi mengaji yang bertumpu pada hafalan, sedangkan tradisi akademiknya meliputi tradisi muthola’ah dan bahtsul masail. Bahkan, Ma’had Aly nantinya akan memperbaiki sistem akademik pesantren yang masih belum terstruktur.

Pada akhir sambutan, beliau mengucapkan terima kasih kepada Menteri  Agama beserta jajarannya yang telah berhasil membawa Ma’had Aly dalam struktur pendidikan formal berbasis pesantren yang telah diakui negara. “Mudah-mudahan ini bisa betul-betul berhasil dan bermanfaat bagi kita semua,” kata beliau sebelum mengakhiri sambutan.

Dr. (Hc), Ir. KH. Salahuddin Wahid, Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng