Blog

MAHA Jajaki Kerja Sama Internasional di Malaysia: Dari Penguatan Jurnal Nabawi hingga Sambung Sanad

Ma’had aly hasyim asy’ari tebuireng jajaki kerja sama internasional di malaysia
Berita

MAHA Jajaki Kerja Sama Internasional di Malaysia: Dari Penguatan Jurnal Nabawi hingga Sambung Sanad

MALAYSIA – Dalam upaya memperluas cakrawala akademik dan memperkuat eksistensi di kancah global, Ma’had Aly Hasyim Asy’ari (MAHA) Tebuireng melakukan kunjungan kerja sama internasional ke sejumlah universitas ternama di Malaysia. Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penguatan kurikulum, tetapi juga menjadi langkah strategis bagi Tim Jurnal Nabawi untuk menembus standar publikasi internasional.

Misi Strategis Jurnal Nabawi Menuju Kancah Global

Agenda utama kunjungan ini adalah membawa Jurnal Nabawi, platform ilmiah spesialisasi Hadith Studies milik MAHA Tebuireng, agar mendapatkan rekognisi internasional yang lebih luas. Berbeda dengan jurnal keislaman pada umumnya, Jurnal Nabawi memiliki fokus mendalam pada tujuh pilar riset hadis, mulai dari Takhrij & Dirasat al-Asanid, Living Hadith, hingga Fiqh al-Hadith dan riset biografis Ahl al-Hadith.

Dengan menjalin kemitraan strategis di Malaysia, MAHA Tebuireng berupaya memastikan bahwa hasil riset mahasantri dan dosen mengenai Ulumul Hadith serta dinamika Mukhtalaf Hadith dapat bersaing di standar publikasi global.

Dengan menjalin kemitraan strategis, diharapkan kualitas publikasi meningkat dan mampu memfasilitasi penelitian berbasis Islam yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami ingin memperkaya wawasan keilmuan Islam, khususnya pengelolaan jurnal mengenai praktik penerbitan internasional dan standar akademik global. Ini adalah langkah nyata untuk memperkuat reputasi Ma’had Aly Hasyim Asy’ari sebagai pusat keunggulan ilmu keislaman,” ujar perwakilan delegasi.

Rangkaian Safari Akademik: Selangor hingga Perak
Kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari ini mencakup empat destinasi utama:

  1. International Islamic University Malaysia (IIUM), Selangor
    Delegasi melakukan pertemuan resmi dengan Head of Department of Quran and Sunnah Studies. Agenda utama di sini adalah mengajukan rencana Letter of Intent (LoI) untuk membuka peluang kolaborasi riset dan publikasi antara kedua lembaga.
  2. Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Perak
    MAHA Tebuireng melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi para mahasantri MAHA Tebuireng yang sedang menempuh program master Double Degree. Di lokasi yang sama, digelar pula acara International Magazine Review oleh Majalah Tebuireng bersama seluruh mahasantri double degree untuk mengasah kemampuan literasi media.
  3. International Institute of Islamic Thought and Civilisation (ISTAC-IIUM)
    Di institusi legendaris ini, delegasi melakukan sesi khusus bertajuk “Ngaji Scopus” bersama pengelola Jurnal al-Syajarah (Terakreditasi Scopus Q3). Selain itu, delegasi berkunjung ke Syed Muhammad Naquib al-Attas Library untuk mempelajari manajemen literasi sekaligus memperkenalkan karya-karya orisinal mahasantri MAHA Tebuireng.
  4. Universiti Sains Islam Malaysia (USIM)
    Menutup rangkaian kunjungan, delegasi melakukan “Silatul Ilmi” dan sambung sanad dengan Syed Abdul Majid Ghouri, seorang muhaddis terkemuka abad ini. Diketahui, karya-karya beliau telah lama menjadi muqorror (kurikulum wajib) di MAHA Tebuireng, sehingga pertemuan ini menjadi momentum penguatan sanad keilmuan hadis.

Dampak dan Harapan
Kegiatan ini diharapkan tidak hanya mengakselerasi perkembangan Jurnal Nabawi menuju standar internasional, tetapi juga memperkuat reputasi MAHA Tebuireng sebagai lembaga pendidikan yang aktif berkontribusi dalam khazanah keilmuan Islam global. Kerja sama dengan institusi-institusi prestisius di Malaysia diyakini akan membawa dampak signifikan bagi peningkatan kualitas penelitian, publikasi, dan kapasitas akademik para santri serta dosen.

Dengan langkah strategis ini, MAHA Tebuireng terus berkomitmen menjadi garda depan dalam integrasi keilmuan pesantren dengan dinamika akademik internasional.

Pewarta:
Muhammad Alamudin